Selasa, 15 Maret 2016


Pantai Gatra - Destinasi Paling Terjaga Dan Terbersih Di Malang Selatan.

Foto Pemandangan Pantai Gatra
Foto Pemandangan Pantai Gatra
Pantai Gatra merupakan pantai dengan pemandangan menawan yang berada didalam wilayah administratif dusun Sendang biru di Desa Sitiharjo, Sumbermanjing Wetan, Malang. Sesuai dengan peraturan desa telah disepakati dan ditetapkan bahwa kawasan ini dijadikan sebagai kawasan penyangga dengan status sebagai hutan lindung.


Sejarah

Kawasan inj pernah memiliki sejarah kelam dimasa lalu, yakni pada masa pasca era reformasi, dimana kawasan ini kondisinya telah banyak berubah dari yang awalnya merupakan hutan lebat mangrove berubah menjadi lahan pertanian milik masyarakat.

Perubahan lingkungan begitu drastis yang terjadi sebagai dampak alih fungsi lahan yang dapat terlihat dari kondisi beberapa area yang tidak terurus karena tanah yang tidak subur justru menjadi lahan tandus dan terbuka.

Melihat hal ini menjadikan beberapa masyarakat yang memiliki kesadaran akan datangnya masa depan lebih baik mulai tergerak untuk melakukan penyelamatan demi keberlanjutan lingkungan hidup mereka, sehingga kini kawasan ini telah menjadi salah satu kawasan konservasi mangrove di daerah Malang Selatan seperti Surga Anakan dan Pulau Sempu.



Keindahan Pantai Gatra.


Foto Pemandangan Pantai Gatra
Foto Pemandangan Pantai Gatra

Pantai Gatra merupakan pantai yang bisa dibilang masih baru dibandingkan dengan pantai-pantai lain di Malang. Akan tetapi soal keindahannya, pantai Gatra ini tidak kalah dengan pantai-pantai lain di pesisir selatan pulau Jawa. Melihat dari keindahan alam Pantai Gatra ini, tentu bisa menjadi pilihan baru untuk manghabiskan waktu liburan akhir pekan bersama keluarga.


Pantai Gatra merupakan pantai yang tersembunyi, namun juga merupakan pantai yang sangat bersih dari sampah pengunjung. Hal ini dikarenakan Pantai Gatra ini adalah pantai yang dikelola dengan tujuan untuk menjaga kelestarian, dan tidak mementingkan berapa banyaknya pengunjung maupun besaran jumlah rupiah donasi yang diberikan oleh pengunjung. Pengelolah pantai ini hanya akan memberikan ijin masuk pantai Gatra hanya kepada para pengunjung yang sadar akan kebersihan dan juga kelestarian lingkungan.


Dan bila anda menemukan sampah di kawasan pantai Gatra, maka hampir bisa dipastikan bahwa sampah tersebut bukan berasal dari pengunjung Pantai Gatra melainkan berasal dari sampah laut yang berasal dari tempat lain yang terdampar di kawasan pantai gatra.


Akan tetapi jika benar ini adalah ulah dari pengunjung pantai Gatra, maka akan pengunjung yang bersangkutan akan mendapatkan tindakan yang tegas dari petugas pantai serta memberikan hukuman sesuai dengan kesepakatan serta tata tertib yang memang diberlakukan secara ketat sejak anda masuk dari pos pintu masuk.



Mendapat Edukasi Di Pantai Gatra.

Pantai Gatra merupakan pantai dengan pemandangan menawan yang berada didalam wilayah administratif dusun Sendangbiru di Desa Sitiharjo, Sumbermanjing Wetan, Malang. Sesuai dengan peraturan desa telah disepakati dan ditetapkan bahwa kawasan ini dijadikan sebagai kawasan penyangga dengan status sebagai hutan lindung.   Sejarah  Kawasan inj pernah memiliki sejarah kelam dimasa lalu, yakni pada masa pasca era reformasi, dimana kawasan ini kondisinya telah banyak berubah dari yang awalnya merupakan hutan lebat mangrove berubah menjadi lahan pertanian milik masyarakat.   Perubahan lingkungan begitu drastis yang terjadi sebagai dampak alih fungsi lahan yang dapat terlihat dari kondisi beberapa area yang tidak terurus karena tanah yang tidak subur justru menjadi lahan tandus dan terbuka.  Melihat hal ini menjadikan beberapa masyarakat yang memiliki kesadaran akan datangnya masa depan lebih baik mulai tergerak untuk melakukan penyelamatan demi keberlanjutan lingkungan hidup mereka, sehingga kini kawasan ini telah menjadi salah satu kawasan konservasi mangrove di daerah Malang Selatan seperti Surga Anakan dan Pulau Sempu.    Keindahan Pantai Gatra.  Pantai Gatra merupakan pantai yang bisa dibilang masih baru dibandingkan dengan pantai-pantai lain di Malang. Akan tetapi soal keindahannya, pantai Gatra ini tidak kalah dengan pantai-pantai lain di pesisir selatan pulau Jawa. Melihat dari keindahan alam Pantai Gatra ini, tentu bisa menjadi pilihan baru untuk manghabiskan waktu liburan akhir pekan bersama keluarga.   Pantai Gatra merupakan pantai yang tersembunyi, namun juga merupakan pantai yang sangat bersih dari sampah pengunjung. Hal ini dikarenakan Pantai Gatra ini adalah pantai yang dikelola dengan tujuan untuk menjaga kelestarian, dan tidak mementingkan berapa banyaknya pengunjung maupun besaran jumlah rupiah donasi yang diberikan oleh pengunjung. Pengelolah pantai ini hanya akan memberikan ijin masuk pantai Gatra hanya kepada para pengunjung yang sadar akan kebersihan dan juga kelestarian lingkungan.   Dan bila anda menemukan sampah di kawasan pantai Gatra, maka hampir bisa dipastikan bahwa sampah tersebut bukan berasal dari pengunjung Pantai Gatra melainkan berasal dari sampah laut yang berasal dari tempat lain yang terdampar di kawasan pantai gatra.   Akan tetapi jika benar ini adalah ulah dari pengunjung pantai Gatra, maka akan pengunjung yang bersangkutan akan mendapatkan tindakan yang tegas dari petugas pantai serta memberikan hukuman sesuai dengan kesepakatan serta tata tertib yang memang diberlakukan secara ketat sejak anda masuk dari pos pintu masuk.    Mendapat Edukasi Di Pantai Gatra.  Tergabung didalam Kelompok Masyarakat (POKMAS) mengawali aksi sosial dengan GOAL atau Gatra Olah Alam Lestari yang kemudian ditunjuk oleh pemerintah desa untuk mengurusi bidang pelestarian lingkungan di dalam kawasan pantai di Sendangbiru, serta dalam proses perkembangannya untuk menjaga independen didalam melakukan pengelolahan kawasan ini maka dibentuklah lembaga yang berbadan hukum Yayasan yang diberi nama Bhakti Alam Sendangbiru.  Para pengunjung Pantai Gatra akan mendapatkan proses seleksi dan pembelajaran yang diawali sejak para pengunjung melewati pintu masuk menuju pantai. Para petugas jaga akan dengan ramah menyapa para pengunjung serta memberikan sedikit penjelasan dan informasi mengenai tata tertib yang harus dipatuhi oleh para pengunjung Pantai Gatra sesuai dengab apa yang tertera di dalam beberapa papan informasi yang terdapat di sekitar area pintu masuk.   Selanjutnya para pengunjung diwahjibkan membuat daftar barang yang dibawa oleh pengunjung yang akan berpeluang akan menjadi sampah serta mereka akan menghimbau para pengunjung agar mereka membawa kembali semua sampah yang mereka hasilkan.  Di pantai Gatra ini memang tidak ada restribusi tiket masuk, namun para pengunjung diharapkan dengan ikhlas bersedia untuk mendonasikan uang sejumlah Rp6.000,00 untuk membiayai proyek konservasi mangrove.   Besaran rupiah inipun juga masih s
Foto Pemandangan Pantai Gatra

Tergabung didalam Kelompok Masyarakat (POKMAS) mengawali aksi sosial dengan GOAL atau Gatra Olah Alam Lestari yang kemudian ditunjuk oleh pemerintah desa untuk mengurusi bidang pelestarian lingkungan di dalam kawasan pantai di Sendangbiru, serta dalam proses perkembangannya untuk menjaga independen didalam melakukan pengelolahan kawasan ini maka dibentuklah lembaga yang berbadan hukum Yayasan yang diberi nama Bhakti Alam Sendangbiru.

Para pengunjung Pantai Gatra akan mendapatkan proses seleksi dan pembelajaran yang diawali sejak para pengunjung melewati pintu masuk menuju pantai. Para petugas jaga akan dengan ramah menyapa para pengunjung serta memberikan sedikit penjelasan dan informasi mengenai tata tertib yang harus dipatuhi oleh para pengunjung Pantai Gatra sesuai dengab apa yang tertera di dalam beberapa papan informasi yang terdapat di sekitar area pintu masuk.

Selanjutnya para pengunjung diwahjibkan membuat daftar barang yang dibawa oleh pengunjung yang akan berpeluang akan menjadi sampah serta mereka akan menghimbau para pengunjung agar mereka membawa kembali semua sampah yang mereka hasilkan.

Di pantai Gatra ini memang tidak ada restribusi tiket masuk, namun para pengunjung diharapkan dengan ikhlas bersedia untuk mendonasikan uang sejumlah Rp6.000,00 untuk membiayai proyek konservasi mangrove.

Besaran rupiah inipun juga masih sangat fleksibel terlebih lagi bagi pengunjung yang mengajak serta keluarga yang mengajak serta anak-anaknya. Mereka lebih mengharapkan agar pantai Gatra ini dapat menjadi suatu arena belajar mengenai masalah lingkungan bagi anak-anak dari sejak usia dini dibandingkan donasi yang dikenakan pada anak-anak tersebut.



Rute Jalan Ke Pantai Gatra

Bila Anda berangkat dari pusat Kabupaten Malang, maka Anda memerlukan hanya memerlukan waktu sekitar 2 jam perjalanan bila Anda menggunakan kendaraan bermotor. Anda bisa memilih untuk mengambil jalan yang juga menuju ke Pantai Sendang Biru, lalu pada saat berada di tengah perjalanan, maka akan terdapat sebuah petunjuk arah yang memberikan informasi jalan untuk menuju ke arah Pantai Clungup yakni membelok kanan mengambil rute ke Pantai Clungup. Dan dari pertigaan tersebut terdapat petunjuk arah lagi yang menunjukkan arah untuk menuju Pantai Clungup dan Anda hanya perlu mengikuti petunjuk-petunjuk yang ada di sepanjang jalan.


Setelah tiba di pintu utama yang juga merupakan pintu masuk bagi 3 pantai yaitu Pantai Clungup, Pantai Gatra, dan Pantai Tiga Warna. Dan dari pintu utama ini menuju ke pantai gatra anda harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki sejauh 1 km dengan waktu tempuh sekitar 15-20 menit.

Sebelum tiba di Pantai Gatra para pengunjung juga akan melewati Pantai Clungup, jika anda memiliki waktu, maka sempatkanlah dulu untuk berkunjung ke pantai clungup ini, tetapi jika waktu yang anda miliki cukup terbatas maka bisa langsung saja menuju ke pantai gatra yang sudah tidak terlalu jauh lagi dari lokasi pantai clungup yakni cukup dengan berjalan kira-kira selama 5 menit.



Informasi Mengenai Pantai Gatra.


Sumbangan yang diberikan para pengunjung ini akan dipergunakan untuk membeli bibit mangrove yang nantinya ditanam di sekitar kawasan pantai Gatra. Selain meminta data pengunjung, petugas juga akan melakukan pendataan mengenai barang bawaan para pengunjung.

Barang yang didata biasanya adalah barang yang bisa berpotensi menimbulkan sampah seperti bungkus makanan instan, botol air mineral, dll. Dan jika pengunjung meninggalkan atau membuang sampah dik kawasan pantai Gatra maka pengunjung akan dikenai denda oleh para petugas.



Jika anda berencana untuk menginap dan merasakan malam di tenda atau melakukan camping, namun anda tak mau membawa peralatan berkemah, maka anda tidak perlu khawatir karena di pos penjagaan tersedia persewaan peralatan berkemah meskipun anda berangkat dengan jumlah terbatas.

Di kawasan pantai Gatra tidaka tersedia hotel untuk menginap. Namun apabila jika ingin bermalam untuk beberapa hari tanpa harus berkemah, maka di ruas jalan utama banyak tersedia beberapa rumah masyarakat yang banyak disewakan untuk tempat menginap bagi pengunjung (homestay) harga sewa rumah disini bisa didapat dengan harga yang relatif terjangkau.

Di dalam kawasan pantai Gatra ini anda tidak akan menjumpai toko maupun warung. Namun ada rencana untuk membangun toko, akan tetapi lokasinya berada diluar area pantai, tata kelola semacam ini memang sengaja agar tidak merusak keasrian dan kelesatarian dari konservasi di Pantai Gatra ini. Maka dari itu anda harus mempersiapkan bekal makanan serta minuman dari toko-toko yang terdapat diseberang jalan sebelum memasuki kedalam kawasan konservasi pantai Gatra.



Akses Menuju Kawasan Pantai.

Foto Pemandangan Pantai Gatra
Foto Pemandangan Pantai Gatra


Dalam perjalanan menuju kawasan pantai, kita akan melewati kawasan hutan dan jalan dengan medan yang cukup terjal serta lapangan berpasir yang sebagian telah ditanami dengan tanaman mangrove. Dengan cuaca yang cukup panas, rasa letih mungkin muncul karena trekking yang cukup jauh.

Namun rasa letih tersebut tidak boleh membuat kita patah semangat untuk melakukan bisa menikmati keindahan pantai Gatra. Pasalnya semua rasa letih akibat perjalanan panjang akan terbayar lunas saat anda menyaksikan indah dan bersihnya panorama di Pantai Gatra.

Selain bisa mengunjungi Pantai Gatra. Anda bisa mengunjungi pantai indah lain yang terdapat di kawasan ini, yak ni terdapat pantai Clungup dan juga Pantai Tiga Warna.

Tentunya bagi anda yang merasa dirinya seorang traveler yang senang bermain di pantai, maka tidak ada salahnya untuk berkunjung ke kawasan ini karena traveler tidak hanya akan menjumpai satu pantai akan tetapi akan langsung menjumpai tiga pantai sekaligus yang bisa disambangi dan dinikmati keindahannya.



Himbauan Bagi Para Traveler.

Namun satu hal yang terpenting bagi para traveler yang berkunjung ke berbagai destinasi wisata terutama ke destinasi wisata yang merupakan kawasan konservasi, maka sebagai traveler sejati maka sebaiknya anda memperhatikan baik-baik mengenai kelestarian lingkungan alam sekitarnya.

Dan tentunya tidak meninggalkan sampah di tempat wisata adalah hal termudah yang bisa kita lakukan untuk menjaga kelestarian serta keindahan alam agar tetap bisa dinikmati.
Pantai Clungup adalah sebuah pantai di pesisir selatan Pulau Jawa yang terletak di tepi Samudera Indonesia secara administratif berada di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur[1]. Pantai ini jarang diketahui orang kebanyakan karena letaknya yang cukup terpencil dari pemukiman penduduk. Tetapi sebenarnya, jalan untuk menuju Pantai Clungup cukup mudah. Dari Kota Malang, pengunjung bisa mengikuti penunjuk arah yang akan menuju Pantai Sendangbiru. Setelah itu berbelok ke kanan menuju arah pantai Goa China. Setelah memasuki Goa China berjalan ke arah sebelah timur sejauh sekitar 500 meter. Jadi, sebaiknya kendaraan bermotor Anda diparkir dulu di Pantai Goa China. Dari Goa China harus ditempuh dulu dengan berjalan kaki di sebuah jalan setapak dengan melewati perkebunan penduduk dan lereng perbukitan. Setelah melewati bukit tersebut maka sampailah di Pantai Clungup.
Bisa juga ke Pantai Clungup tanpa harus memasuki Pantai Goa China, tetapi medannya cukup berat. Setelah melewati perempatan Jalan Lintas Selatan, berbelok ke kiri yang akan menuju ke Sendangbiru. Sekitar 200 meter kemudian berbelok kanan ke sebuah jalan agak lebar dan Anda bisa menitipkan kendaraan di rumah penduduk di sekitar sini. Dari sini pengunjung hanya dapat meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki karena harus melalui jalan setapak. Tidak seberapa jauh kemudian berbelok ke sebuah jalan setapak di sebelah kiri. Dari sini terus saja dan Anda akan melewati perkebunan penduduk sejauh sekitar satu kilometer. Tidak berapa lama terdapat sebuah sungai dan bukit, dan harus menyeberangi sebuah muara sungai. Barulah setelah berjalan sekitar 20 menit akan sampai di Pantai Clungup.

Pantai ini sangat asri karena jarang dikunjungi wisatawan sehingga suasananya masih sangat bersih dan indah. Hamparan pasir putih yang sangat luas akan Anda temui di sini, apalagi jika air pantai dalam keadaan surut. Akan terlihat hamparan pasir putih tak kurang dari setengah kilometer. Pantai ini cukup terlindungi oleh perbukitan dan banyak kebun penduduk. Tidak ada sampah yang berserakan, hanya saja terdapat serpihan kayu-kayu yang terbawa ombak terdampar di beberapa bagian pantai. Tetapi hal itu tidak mengurangi keindahan Pantai Clungup. Sudah ada beberapa tempat sampah terbuat dari anyaman bambu berjejer di sepanjang pantai. Ombak di Pantai Clungup cukup tenang sampai jarak sekitar 500 m karena pantai dilindungi beberapa pulau kecil di lepas pantai. Terkadang ombak cukup deras menyapu tepian pantai. Kedalaman pantai cukup dangkal, sehingga bisa untuk berenang di sepanjang tepian pantai. Tetapi Anda harus tetap berhati-hati karena di dasar pantai banyak batu dan karang yang tentunya cukup tajam. Pada saat sore hari seringkali ditemui ubur-ubur kecil yang terdampar di tepi pantai.
Panorama di sini cukup indah, pemandangan berupa tiga buah pulau kecil dan karang-karang akan memanjakan mata Anda. Suasananya masih sangat alami. Anda bisa juga memanjat pulau karang tersebut tetapi perlu berhati-hati, karena karangnya sudah pasti cukup tajam. Sejauh mata memandang terlihat keasrian panorama Pantai Clungup yang sangat berbeda dari pantai-pantai lain. Di sekitar pantai masih banyak terdapat hutan bakau yang masih lebat. Bila ingin ke Pantai Goa China bisa berjalan ke sisi kanan dari Pantai Clungup.
Lokasinya masih asri dan lengang yang sangat cocok bagi Anda yang menyukai camping. Selain keindahan pantainya, suasananya yang sepi membuat hati pengunjung tenang. Sayangnya di pantai ini sulit menemukan air bersih sehingga sebaiknya Anda membawa bekal air yang cukup banyak dari rumah. Biasanya hanya ada petani warga sekitar yang sedang memancing atau bekerja di kebun mereka. Selebihnya hanya ada alam yang asri dan Anda. Sebenarnya banyak tempat yang tak kalah bagus yang bisa dapat dijelajahi bila Anda mendatangi Pantai Clungup ini. Pengunjung tidak akan menyesal setelah mendatangi dan menikmati keindahan Pantai Clungup ini.

pantai batu bengkung , Lagi-lagi di daerahku kec.sumbermanjing wetan malang

Batu Bengkung merupakan pantai yang terletak di pesisir selatan Kabupaten Malang. Berhadapan langsung dengan Samudera Hindia sehingga memiliki ombak besar, Pantai Batu Bengkung relatif tidak aman untuk berenang. Beberapa papan bertuliskan “No Swim” dan sejenisnya membuat saya semakin yakin bahwa pantai ini bukanlah untuk berenang.
Sebenarnya pengunjung bisa berenang di Pantai Batu Bengkung asalkan waktunya tepat. Ombak besar akan dipecah oleh barikade karang yang membentang sepanjang pantai. Air laut yang melewati barikade karang akan terjebak di cekungan sehingga terbentuk kolam air asin alami. Dengan adanya barikade karang yang menghalangi ombak, pengunjung relatif aman dari resiko terseret ombak. Sayangnya kolam tersebut lama-kelamaan akan hilang ketika air laut surut. Jadi, jika ingin berenang datanglah saat Pantai Batu Bengkung mengalami pasang naik.
Kedatangan saya ke Pantai Batu Bengkung bukanlah untuk berenang. Sebenarnya ini juga bukan pertama kalinya saya berkunjung ke Pantai Batu Bengkung. Saat pertama berkunjung sekitar 2 bulan lalu, sempat terpikir bahwa saya harus kembali ke pantai ini. Dengan pesisirnya yang menghadap langsung ke arah barat, imajinasi saya membayangkan momen matahari terbenam pasti dapat diabadikan dengan baik.
Sudah beberapa pantai di Malang yang saya kunjungi, sepertinya hanya Pantai Batu Bengkung yang menyajikan pemandangan matahari terbenam dengan sangat indah. Mengapa demikian? Karena pantai ini memiliki pesisir yang menghadap langsung ke arah barat. Selain itu dengan surutnya air laut ketika momen golden hour hingga saat matahari terbenam, membuat saya dapat mengabadikan karang sebagai foreground. Sungguh indah!!
Sunset di Batu Bengkung
Sunset di Batu Bengkung
Ketika matahari terbenam, rupanya bukan hanya grup kami yang berada di kawasan Pantai Batu Bengkung. Lebih dari 100 orang menghabiskan waktunya dengan berkemah disini. Tidak hanya datang saat siang hingga sore hari, ada pula pengunjung yang baru datang saat malam hari. Adanya fasilitas parkir 24 jam, toilet, dan juga warung membuat pantai ini relatif nyaman untuk dijadikan sebagai tempat camping.

Ketika pagi tiba, bukit yang berada di sebelah barat daya (arah barat – selatan) Pantai Batu Bengkung ‘memanggil’ untuk kami kunjungi. Bukit ini akan lebih mudah diakses ketika laut sedang surut. Adanya area pantai yang tertutup air laut (entah seberapa luas & dalam saat laut sedang pasang) menciptakan pemisah antara daratan utama dengan bukit Batu Bengkung. Beruntung kami melewatinya saat laut sedang tidak di puncak pasang naik.
Pertama menjejakkan kaki di bukit Batu Bengkung harus ditempuh dengan sedikit memanjat. Sama dengan kebanyakan perjalanan menuju puncak bukit, harus kami lewati tanjakan selangkah demi selangkah. Di awal perjalanan saya sarankan mengambil jalur sebelah barat bukit Batu Bengkung. Pemandangan yang disajikan sungguh indah. Karena jalur ini tidak memiliki batas vegetasi dengan air laut, berhati-hatilah saat melewatinya.
Jalur Sebelah Barat Bukit Batu Bengkung
Jalur Sebelah Barat Bukit Batu Bengkung
Beralih ke tengah bukit akan ditemui sebuah tebing dengan tinggi sekitar 8 meter. Ada beberapa titik yang tidak memiliki pijakan kaki sehingga tali yang telah disediakan sangat membantu untuk memanjat. Jantung sempat berdetak lebih kencang ketika saya tidak dapat menemukan pijakan sedangkan posisi tubuh sudah berada di tengah tebing. Mau naik susah, mau turun ogah. Hehehe. Syukurlah dengan keyakinan yang kuat bisa membuat saya berhasil mencapai puncak tebing. Asalkan berani melawan ketakutan, saya rasa tidak ada masalah untuk menaiki tebing ini. Semangat!!
Tracking menuju Bukit di Batu Bengkung
Tracking menuju Bukit di Batu Bengkung
Saya sarankan untuk menggunakan alas kaki anti selip ketika mendaki tebing di Bukit Batu Bengkung. Jika tidak yakin, lepas alas kaki dan bawalah kemanapun Anda pergi. Pengalaman teman saya yang melepas sandal dan meninggalkannya di dasar tebing harus berakhir dengan kehilangan sandalnya.
Jika takut kehilangan alas kaki apalagi takut mendaki tebing, ada jalur lain yang lebih aman. Arahkan jalan Anda menuju ke sebelah kiri tebing ini. Jalur yang dilewati lebih landai dengan dikelilingi oleh tumbuhan di sebelah kiri dan kanan jalan. Sayangnya tidak ada pemandangan seperti foto di bawah jika Anda melewati jalur aman. Pemandangan ini adalah yang kita dapatkan setelah selesai mendaki tebing. Cakep kan (pemandangannya)?
Pemandangan dari Atas Bukit di Batu Bengkung
Tertarik berkunjung ke Batu Bengkung? Berikut adalah informasi tambahan terkait Pantai Batu Bengkung.
  1. Untuk menuju Pantai Batu Bengkung, gunakan petunjuk jalan menuju Pantai Sendang Biru. Kemudian arahkan kendaraan melewati Pantai Goa Cina dan Pantai Bajulmati. Pantai Batu Bengkung berada sekitar 2 kilometer dari Pantai Bajulmati.
  2. Tiket masuk dibebankan Rp 5.000 untuk setiap pengunjung. Tidak ada biaya tambahan ketika camping.
  3. Tiket parkir sepeda motor Rp 5.000 / motor. Jika menginap dibebankan Rp 10.000 / motor.
  4. Pantai Batu Bengkung memiliki toilet air tawar, warung, dan juga parkir kendaraan 24 jam.
  5. Pantai Batu Bengkung memiliki beberapa saung / gubuk yang dapat digunakan untuk tempat berteduh sementara.
Ada informasi tambahan yang ingin Anda sampaikan? Sampaikan saja melalui form komentar.

COBAN TUNDO , DI DEKET RUMAH KU NIH ...

Satu lagi air terjun di malang yang patut anda kunjungi, yaitu Coban Tundo. Air terjun yang satu ini masih belum diketahui banyak orang karena minimnya informasi tentang Coban Tundo. Coban yang memiliki 4 air terjun ini berbeda dengan kebanyakan coban lainnya yang ada di Malang. Di Coban Tundo anda bisa berenang dan melompat dari atas lalu nyebur di kolamnya.



Wisata Coban Tundo ini terletak di desa Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang atau sekitar 134 Kilometer dari kota Malang. Kondisi jalannya pun mulus beraspal sehingga tidak membuat anda merasakan kecapekan. Selama perjalanan pun mata anda akan dimanjakan oleh pemandangan yang indah.

Rute yang akan anda lewati yaitu kecamatan Bululawang, Turen, kemudian Sumbermanjing Wetan mengikuti arah ke Sendang Biru. Anda juga bisa lewat 2 jalur alternative lainnnya, pertama lewat desa kendung banteng, kedua lewat desa klepu dan desa sukodono, kecamatan dampit. Jika anda ingin berlibur ke Coban Tundo sebaiknya anda menggunakan sepeda motor yang tidak matik dikarenakan jalannya yang cukup terjal, selain itu mobil tidak bisa masuk hingga ke lokasi wisata, jadi harus dititipkan ke rumah warga yang memiliki halaman luas.

Setelah memarkirkan mobil, pengunjung harus berjalan kaki terlebih dahulu menyusuri jalur setapak yang jaraknya lumayan jauh. Namun jika anda mengendarai sepeda motor anda lanjutkan saja perjalanan hingga ke tempat parkir motor. Bagi pengunjung yang malas untuk jalan karena takut kecapekan, pengunjung bisa menyewa jasa ojek yang siap mengantarkan anda ke Coban Tundo hingga pulang kembali ke parkiran mobil, harga yang ditawarkan sekitar Rp 30-50 ribu.

Setibanya di area parkir motor, pengunjung masih berjalan kaki ke lokasi selama 5 menitan melewati kebun kopi hingga Coban Tundo 1. Di Coban Tundo 1 anda bisa berenang di bawahh air terjun karena cekungan yang ditimbulkan memiliki kedalaman hingga 2 meter. Pohon besar melindungi pengunjung dari sengatan sinar matahari sehingga membuat pengunjung tek perlu khawatir kulit gosong ketika berenang di Coban Tundo 1.

Dibawah Coban Tundo 1, terdapat Air terjun lagi yaitu Coban Tundo 2. Dari Coban Tundo 1 kita harus berjalan kaki naik dan turun bukit selama 10 menitan. Di dekat cekungan terdapat sebuah tangga yang tingginya sekitar 3 meter, disanalah anda harus menuruni tangga tersebut. Sama seperti di Coban Tundo 1, di Coban Tundo 2 anda juga bisa berenang. Namun kedalaman disini lebih dalam yaitu sekitar 7 meter. Bagi yang tidak bisa berenang jangan coba - coba untuk berenang disini, atau anda bisa menyewa ban yang disewakan. Harganya sewa ban cukup murah yaitu Rp 5000.


Dan dibawah Coban Tundo 2, juga terdapat air terjun lagi yaitu Coban Tundo 3. Coban yang satu ini adalah yang paling tinggi daripada coban lainnya. Dari Coban Tundo 2 anda harus menuruni bukit sekitar 10 menitan. Cekungan (kolam) di Coban Tundo 3 sangat kecil namun sangat dalam, disini tidak ada yang mengawasi jadi anda harus berhati -hati.


Bagi yang tidak membawa perbekalan dari rumah anda bisa membeli makanan di Coban Tundo 2

Kamis, 18 Desember 2014

AIR TERJUN SRI GETHUK JOGJAKARTA

Terletak di antara ngarai Sungai Oya yang dikelilingi areal persawahan nan hijau, Air Terjun Sri Gethuk selalu mengalir tanpa mengenal musim. Gemuruhnya menjadi pemecah keheningan di bumi Gunungkidul yang terkenal kering.
ksotisme Grand Canyon di daerah utara Arizona, Amerika Serikat tentunya tak bisa disangkal lagi. Grand Canyon merupakan bentukan alam berupa jurang dan tebing terjal yang dihiasi oleh aliran Sungai Colorado. Nama Grand Canyon kemudian diplesetkan menjadi Green Canyon untuk menyebut obyek wisata di Jawa Barat yang hampir serupa, yakni aliran sungai yang membelah tebing-tebing tinggi. Gunungkidul sebagai daerah yang sering diasumsikan sebagai wilayah kering dan tandus ternyata juga menyimpan keindahan serupa, yakni hijaunya aliran sungai yang membelah ngarai dengan air terjun indah yang tak pernah berhenti mengalir di setiap musim. Air terjun tersebut dikenal dengan nama Air Terjun Sri Gethuk.
Kabupaten Gunung Kidul, dahulu sangat terkenal dan identik dengan kekeringan, hutan gundul, tanah tandus dan berbatu. Namun saat ini kesan itu mestinya sudah hilang ditelan semilir angin dan rimbunnya pohon pohon hutan di  rakyat yang menutupi berbagai tanah yang dahulunya kosong dan tandus. Pohon pohon seperti jati dan mahoni begitu mendominasi selain kelapa, rambutan, sengon, dan lain lain.
Di beberapa kecamatan terutama yang mempunyai pantai memang masih terasa aroma kering di musim kemarau. Namun jangan salah jika kita semua mengunjungi suatu tempat di Kecamatan Playen, desa Bleberan…….disitu ada suatu tempat yang sangat elok, berlimpah air, hamparan sawah yang sangat subur dan tentu yang sedang naik daun dan sangat terkenal sekarnag adalah  tempat yang bernama Air Terjun Sri Getuk. Air di seputar tempat ini sangat melimpah karena memang beberapa mata air muncul dari  dalam tanah dan beberapa alirannya masuk melalui tebing yang yang sangat tinggi masuk ke  dalam Sungai Oya, sungai yang tidak pernah kering dan mengalir  sepanjang musim. Air terjun itu terpcah menjadi tiga bagian yang meluncur sangat deras..itulah indahnya Air Terjun Sri Gethuk di Kecamatan Playen Gunung Kidul.
Jika kita ingin berekreasi ke Air Terjun Sri Gehtuk ini dari Yogyakarta kita akan menempuh jarak sekitar 45 km. Dari yogyakarta ke arah Gunungkidul kemudian naik tanjakan yang lumayan terjal di Piyungan dan bukit Pathuk Gunung Kidul. Terus kemudian akan melalui hutan negara di  Bunder terus sampai ketemu pertigaan traficlight di Gading kemudian belok kanan ke arah Playen.  Setelah sampai Playen belok kanan arah kecamatan Palihan dan sekitar 2 km kita akan ketemu pertigaan dan belok kanan. Di pertigaan tersebut kita sudah akan melihat banyak petunjuk jalan yang akan membimbing kita secara mudah untuk dapat menjangkau air terjun Sri Gethuk. Dari pertigaan tadi kita masih  harus menuempuh perjalanan lagi sepanjang 7 km. ya tinggal 7 km dan sudah lumayan dekat, tapi….eeiit…jangan salah karena jalan tersebut agak kurang baik dan cenderung rusak, jadi jalannya juga pelan pelan..memang sih saat itu beberapa bagian jalan sudah mulai diperbaiki dan aspal juga masih terasa baru. Namun rupaya masih lumayan panjang juga yang rusak jadi kita perlu musti hati hati. Satu setengah jam perjalanan kita sampai di lokasi.
Asal muasal nama Sri Gethuk.
Menurut Pak Ngabdani Ketua Kelompok Tani yang mengelola wisata tersebut. Asal muasal nama Gethuk sebetulnya bukan makanan tradisional yang berasal dari singkong itu, tapi sebetulnya adalah Kethuk salah satu jenis perangkat gamelan jawa. Namun lidah kita lebih mudah menyebut Gethuk mengingat sebelumnya ada kata Sri, jadi hanyalah untuk memudahkan saja. Menurut beliau, pada jaman kakek-kakek buyutnya. Di seputar air terjun tersebut terdapat kerajaan lelembut yaitu semacam makhluk halus yang tentu tidak kasat mata. Pada hari dan saat saat tertentu konon di kerajaan tersebut sering spel atau latihan menabuh gamelan tersebut. Suara gamelan tersebut sangat nyaring di dengar oleh warga desa Bleberan. Nah suatu ketika ada sedikit keributan karena salah satu alat gamelannya hilang. Gamelan yang hilang itu namanya Kethuk. Maka terkenalah air terjun tersebut bernama Sri Kethuk..atau kemudian juga dan malah lebih dikenal dengan nama Sri Gethuk. Lokasi ini selanjutnya oleh pemerintah desa dikembangkan menjadi lokasi wisata dan dibuka sejak tahun 2007.
Setelah sampai dilokasi parkir, ada dua cara untuk mencapai lokasi air terjun. Pertama dengan berjalan kaki melintasi areal persawaan sekitar 1.5 km atau yang kedua menuruni anak tangga yang sudah lumayan disemen menuju dermaga di tepi Sungai Oya untuk naik secamam perahu Gethek yang sdah dimodifikasi menjadi  lebih modern. Drum drum dari plastik ditata sedemikian rupa dan beri alas papan untuk berdiri penumpang serta diberi pagar besi untuk pengaman. Perahu ini muat sekitar 7-8 penumpang dan berjalan digerakkan oleh mesin diesel kecil untuk memutar turbin. Penumpang dikenai biaya Rp.7.500,- pulang balik per orang untuk naik perahu ini. Perahupun berjalan pelan kita bisa sambil memotret  dan mencari obyek-obyek yang cocok yang sangat indah sepanjang perjalanan 5 menit ini.
Terletak di Desa Wisata Bleberan, Air Terjun Sri Gethuk menjadi salah satu spot wisata yang sayang untuk dilewatkan. Untuk mencapai tempat ini Anda harus naik kendaraan melewati areal hutan kayu putih milik PERHUTANI dengan kondisi jalan yang bervariasi mulai dari aspal bagus hingga jalan makadam. Memasuki Dusun Menggoran, tanaman kayu putih berganti dengan ladang jati yang rapat. Sesampainya di areal pemancingan yang juga berfungsi sebagai tempat parkir, terdapat dua pilihan jalan untuk mencapai air terjun. Pilihan pertama yakni menyusuri jalan setapak dengan pemandangan sawah nan hijau berhiaskan nyiur kelapa, sedangkan pilihan kedua adalah naik melawan arus Sungai Oya. Tentu saja YogYES memilih untuk naik rakit sederhana yang terbuat dari drum bekas dan papan.
Perjalanan menuju Air Terjun Sri Gethuk pun dimulai saat mentari belum naik tinggi. Pagi itu Sungai Oya terlihat begitu hijau dan tenang, menyatu dengan keheningan tebing-tebing karst yang berdiri dengan gagah di kanan kiri sungai. Suara rakit yang melaju melawan arus sungai menyibak keheningan pagi. Sembari mengatur laju rakit, seorang pemandu menceritakan asal muasal nama Air Terjun Sri Gethuk. Berdasarkan cerita yang dipercayai masyarakat, air terjun tersebut merupakan tempat penyimpanan kethuk yang merupakan salah satu instrumen gamelan milik Jin Anggo Meduro. Oleh karena itu disebut dengan nama Air Terjun Sri Gethuk. Konon, pada saat-saat tertentu masyarakat Dukuh Menggoran masih sering mendengar suara gamelan mengalun dari arah air terjun.

Senin, 24 November 2014

AIR TERJUN BAYU LOR BANYUWANGI



Air terjun yang terdapat di kaki Gunung Raung Banyuwangimasih terjaga lingkunganya dan masih jarang pengunjung datang kesini. AirTerjun Bayu Lor berada di perkebunan Bayu Lor.

Perkebunan Banyu Lor Letaknya di ketinggian 600 M daripermukaan laut di lereng gunung Raung. Disekelilingnya terdapat perkebunan kopisengkeh. Yang dapat memberikan udara segar yang belum terjamah. Beberapa hektarpisang abaca juga di tanam di sini.

Udara sejuk ditambah dengan pemandangan beragam jenistanaman bunga yang indah hanya bisa kita dapatkan di penginapan Bayu Lor dikecamatan Songgon, Banyuwangi.
Penginapan yang berlokasi di tengah, perkebunan Bayukecamatan Songgon itu berjarak kurang lebih 35 kilometer dari pusat kota Banyuwangi, dan 22 kilometer barat kota Rogojampi. Walau terbilang jauh daripusat kota ataukeramaian kampung, tetapi penginapan Bayu Lor tetap menarik dikunjungiwisatawan domestik maupun luar negeri.

Penginapan Bayu Lor tidak sekedar memberi kenyamanan tetapijuga pengalaman menarik karena bisa menikmati aneka buah–buahan di kebun milikpenginapan Bayu Lor.
Selain udara dingin pegunungan, kita juga akan selalumendengar gemericiknya air sungai yang mengalir di depan penginapan. Ditambahlagi tanaman bunga yang terbilang langka seperti teratai, dahlia malam, sudan danbugenfil erop. Terdapat pula aneka tanaman buah diantaranya durian, rambutan,nangka, jeruk bali, salak serta manggis.

Di musim durian, biasanya pengelola penginapan Bayu Lormengarahkan para tamunya bisa menikmati langsung buah durian itu langsung daripohon-pohonnya yang berukuran pendek namun buahnya besar. Menurut pengelolahpenginapan Bayu Lor, berdirinya penginapan Bayu Lor bermula dari banyaknyapermintaan para tamu mancanegara yang datang ke perkebunan Bayu Lor. Letakpenginapan itu berada di ketinggian antara 500 hingga 800 meter diataspermukaan laut merupakan salah satu daya tarik tersendiri bagi tamu.

Selain komoditi kebun, yakni kopi, cengkeh dan tanamanpisang abaka, penginapan Bayu Lor juga selalu memanjakan tamu dengan menikmatibuah segar di kebun. Hampir setiap akhir pekan penginapan Bayu Lor selalukedatangan tamu mancanegara, diantaranya dari Belanda, Belgia, Perancis. Rata –rata tamu yang datang ke penginapan Bayu Lor selalu ingin kembali lagi untukberistirahat di penginapan itu.

Lokasi : Terletak di Desa Bayu Lor, Kecamatan Songgon,Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur.

AIR TERJUN TOYOMERTO PONOROGO



Air Terjun Toyomerto atau juga dikenal sebagai Air Terjun Selorejo terdiri dari 2 tingkat air dalam satu aliran yang jatuh dari tebing batu. Masing-masing tingkatan memiliki ketinggian 25 hingga 30 meter.   Untuk tingkat pertama dikenal dengan nama Air Terjun Selorejo Atas dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan tingkat kedua.  Untuk tingkat kedua dikenal dengan nama Air Terjun Selorejo Bawah.  Pada Selorejo atas dindingnya dapat di panjat

Posisi air terjun ini sebenarnya berada di antara dua bukit yang berhadapan. Warga sekitar menyebut kedua bukit sebagai gunung Nglengko dan Manyutan. Keduanya merupakan bagian dari pegunungan Wilis yang melintang panjang dari Madiun hingga Ponorogo.   Air terjun ini mengalir dari sebuah mata air di gunung atas Manyutan. Di tebing-tebing batu gunung, banyak juga ditemukan sumber air yang lebih kecil. Airnya menjadi meresap di bebatuan tebing dan terkumpul mengalir di air terjun. Jika dirunut jauh, air terjun Selorejo bermuara di kali Catur yang mengalir hingga ke Madiun.