Senin, 24 November 2014

AIR TERJUN BAYU LOR BANYUWANGI



Air terjun yang terdapat di kaki Gunung Raung Banyuwangimasih terjaga lingkunganya dan masih jarang pengunjung datang kesini. AirTerjun Bayu Lor berada di perkebunan Bayu Lor.

Perkebunan Banyu Lor Letaknya di ketinggian 600 M daripermukaan laut di lereng gunung Raung. Disekelilingnya terdapat perkebunan kopisengkeh. Yang dapat memberikan udara segar yang belum terjamah. Beberapa hektarpisang abaca juga di tanam di sini.

Udara sejuk ditambah dengan pemandangan beragam jenistanaman bunga yang indah hanya bisa kita dapatkan di penginapan Bayu Lor dikecamatan Songgon, Banyuwangi.
Penginapan yang berlokasi di tengah, perkebunan Bayukecamatan Songgon itu berjarak kurang lebih 35 kilometer dari pusat kota Banyuwangi, dan 22 kilometer barat kota Rogojampi. Walau terbilang jauh daripusat kota ataukeramaian kampung, tetapi penginapan Bayu Lor tetap menarik dikunjungiwisatawan domestik maupun luar negeri.

Penginapan Bayu Lor tidak sekedar memberi kenyamanan tetapijuga pengalaman menarik karena bisa menikmati aneka buah–buahan di kebun milikpenginapan Bayu Lor.
Selain udara dingin pegunungan, kita juga akan selalumendengar gemericiknya air sungai yang mengalir di depan penginapan. Ditambahlagi tanaman bunga yang terbilang langka seperti teratai, dahlia malam, sudan danbugenfil erop. Terdapat pula aneka tanaman buah diantaranya durian, rambutan,nangka, jeruk bali, salak serta manggis.

Di musim durian, biasanya pengelola penginapan Bayu Lormengarahkan para tamunya bisa menikmati langsung buah durian itu langsung daripohon-pohonnya yang berukuran pendek namun buahnya besar. Menurut pengelolahpenginapan Bayu Lor, berdirinya penginapan Bayu Lor bermula dari banyaknyapermintaan para tamu mancanegara yang datang ke perkebunan Bayu Lor. Letakpenginapan itu berada di ketinggian antara 500 hingga 800 meter diataspermukaan laut merupakan salah satu daya tarik tersendiri bagi tamu.

Selain komoditi kebun, yakni kopi, cengkeh dan tanamanpisang abaka, penginapan Bayu Lor juga selalu memanjakan tamu dengan menikmatibuah segar di kebun. Hampir setiap akhir pekan penginapan Bayu Lor selalukedatangan tamu mancanegara, diantaranya dari Belanda, Belgia, Perancis. Rata –rata tamu yang datang ke penginapan Bayu Lor selalu ingin kembali lagi untukberistirahat di penginapan itu.

Lokasi : Terletak di Desa Bayu Lor, Kecamatan Songgon,Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur.

AIR TERJUN TOYOMERTO PONOROGO



Air Terjun Toyomerto atau juga dikenal sebagai Air Terjun Selorejo terdiri dari 2 tingkat air dalam satu aliran yang jatuh dari tebing batu. Masing-masing tingkatan memiliki ketinggian 25 hingga 30 meter.   Untuk tingkat pertama dikenal dengan nama Air Terjun Selorejo Atas dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan tingkat kedua.  Untuk tingkat kedua dikenal dengan nama Air Terjun Selorejo Bawah.  Pada Selorejo atas dindingnya dapat di panjat

Posisi air terjun ini sebenarnya berada di antara dua bukit yang berhadapan. Warga sekitar menyebut kedua bukit sebagai gunung Nglengko dan Manyutan. Keduanya merupakan bagian dari pegunungan Wilis yang melintang panjang dari Madiun hingga Ponorogo.   Air terjun ini mengalir dari sebuah mata air di gunung atas Manyutan. Di tebing-tebing batu gunung, banyak juga ditemukan sumber air yang lebih kecil. Airnya menjadi meresap di bebatuan tebing dan terkumpul mengalir di air terjun. Jika dirunut jauh, air terjun Selorejo bermuara di kali Catur yang mengalir hingga ke Madiun.

AIR TERJUN PLETUK PONOROGO


Air Terjun Pletuk atau juga dikenal dengan nama Coban Temu memiliki ketinggian sekitar 30 m dan berada di atas ketinggian 450 meter di atas laut dengan curah hujan yang dimilikinya cukup tinggi.  Kawasan ini dikelilingi oleh perbukitan yang menjulang tinggi, dan ditumbuhi sejumlah tanaman.  Sayangnya  tempat yang potensial tersebut kurang diperhatikan oleh pihak pemerintah setempat khususnya dinas Pariwisata.
Legenda

Kata Pletuk itu merupakan kata kiasan yang penuh misteri dan sangat dalam maknanya bagi hidup dan kehidupan, dimana kata Pletuk dapat dikonotasikan sebagai petuah luhur. Yakni bila dikaitkan dengan sejarah Desa Jurug, ada beberapa petuah yang pantas dilakukan oleh seorang tokoh atau warga masyarakat di Desa Jurug.


Aksesbilitas

Berjarak sekitar 30 Km ke tenggara dari pusat kota Ponorogo atau tepatnya sebelah selatan dari Kecamatan Pulung.  Untuk menuju ke lokasi air terjun ini dapat menggunakan kendaraan pribadi atau umum.  Kondisi jalan ke lokasi sudah beraspal mulus akan tetapi berkelok kelok dan naik turun.  Di sepanjang perjalanan akan banyak di temui hutan jati.

Jika berangkat dari kota Ponoroho (alun-alun) dengan mengambil arah ke kawasan Jeruksing.  Dari Jeruksing (bunderan lampu lalu lintas) ini ambil ke arah timurmelewati kawasan Tajug yang dipenuhi hutan tanaman kayu putih hingga tiba di perempatan jalan raya Jeruksing - Pulung .  Bila lurus akan menuju ke Kecamatan Pudak, arah kiri ke Kecamatan Pulung dan ke arah kanan ke Kecamatan Sooko. 


Selanjutnya ambil arah ke kanan, melewati pasar tradisional Kecamatan Pulung.  Setelah menempuh kurang lebih 20 menit akan tiba di kecamatan Sooko dengan terlebih dahulu melewati hutan jati di kiri kanan jalan Pulung - Sooko.  Dan akhirnya dari kecamatan ini selanjutnya ikuti petunjuk arah menuju lokasi Air Terjun Pletuk berada. 

Bagi yang menggunakan kendaraan umum, dari Terminal Seloaji, Ponorogo naik angkutan umum jurusan Sooko dengan ongkos sekitar Rp 5000.  Turun di Pasar Sooko.  Selanjutnya perjalanan berganti naik ojek hingga tiba di lokasi air terjun berada. Ojek ini banyak tersedia di sekitar pasar Sooko.  

COBAN PELANGI MALANG


Coban Pelangi merupakan salah satu wanawisata yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Malang, kawasan ini dikelilingi oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS).  Air terjun ini berada di ketinggian 1299,5 m di kaki Gunung Semeru arah ke desa Ngadas.dan memiliki terjunan air setinggi kurang lebih 110 m.   Suhu udara di kawasan ini berkisar antara 19 - 23 derajat Celcius.Dinamakan Coban Pelangi karena air terjun ini sering membiaskan warna pelangi.

Bagi para pendaki Gunung Semeru, air terjun ini tidak asing bagi mereka, karena mobil jeep angkutan umum satu-satunya yang membawa mereka dari pasar Tumpang menuju ke Gunung Bromo akan melewati lokasi ini. 

Berjarak seklitar 2 km dari desa Gubuk Klakah atau sekitar ± 32 km sebelah timur kota Malang
Untuk mengunjungi coban yang terletak di Sungai Amprong ini, arahkan perjalanan menuju Tumpang, dilanjutkan menuju Desa Gubug Klakah. Hati-hati karena setelah melewati desa, jalan mulai menanjak dan berkelok.  Air terjun ini berada sebelum masuk pertigaan Jemplang (yaitu pertigaan menuju Gunung Semeru dan Gunung Bromo)  usai melewati Desa Gubuk Klakah disebelah kanan jalan ini akan terlihat jelas gapura bertuliskan air terjun Coban Pelangi

Dari area pintu masuk Coban Pelangi yang berada di atas tebing setinggi sekitar 100 meter, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang menurun dan melintasi jembatan. Jarak tempuh jalan ini sekitar 1, 5 km hingga lokasi air terjun berada. 

Waktu kunjungan paling pas ke  tempat ini adalah di pagi hari karena kabut sering muncul setelah lewat dari tengah hari. Juga pada musim penghujan pihak pengelola sering membatasi kunjungan hingga pukul 16.00.  Hal ini untuk menghindari munculnya air bah yang datang dari pegunungan di bagian hulu uang acap kali datang

COBAN TENGAH


Diberi nama Coban Tengah karena berada di antara Coban Rondo dan Coban Manten. Letaknya pun cukup berdekatan dengan jarak masing-masing hanya sekitar 4 – 5 km. Prasarana menuju ke sana pun cukup memadai walau jalan masih berupa tanah yang diratakan. Bukan makadam atau jalan berbatu apalagi aspal, maka jalan yang terbaik menuju ke sana adalah jalan kaki sejauh 4 km dari loket masuk di Coban Rondo. Dari sini bisa menggunakan kendaraan roda 2 atau roda 4 ( 4 WD ) namun tak ada petugas parkir di tengah belantara 1 km menjelang Coban Tengah.
Perjalanan penuh tantangan.
Setelah berjalan kaki sejauh empat kilometer dari tempat parkir, perjalanan tinggal satu kilometer. Namun karena masih berupa semak belukar belantara di tepi tebing ( ceruk ) yang curam perjalanan akan memakan waktu sekitar 30 – 45 menit. Tergantung ketahanan diri kita apalagi harus menyeberangi sungai yang sama sebanyak 6 kali karena jalan harus memutar untuk mencari daerah yang landai. Sekalipun sungai yang kita seberangi hanya selebar 3 – 5 m dan sedalam 20 – 30 cm saja, namun arusnya cukup deras dan dingin sekitar 12° C.
Perlu kewaspadaan penuh dengan memperhatikan tanda-tanda alam sebelum menuju atau selama perjalanan ke sana. Jika sungai tempat kita berada atau di daerah hilir airnya keruh dan ketinggian melebihi lutut, berarti daerah udik sedang hujan dan kemungkin besar arus sungai semakin kuat dan terjadi banjir. Demikian juga bila langit di depan kita tampak awan gelap menggelayut serta angin semilir tanda akan turun hujan, maka sebaiknya perjalanan segera dihentikan dan pulang! Jangan mencoba bertahan di daerah perjalanan yang sempit di tepi tebing yang kemungkinan bisa longsor.
Jika telah sampai di sekitar air terjun, bisa mendirikan tenda atau bivak untuk bermalam di sana. Harap dipertimbangkan bahwa suhu pada malam hari bisa mencapai 6 - 9° C. Jika sampai dan berkemah di sana lalu terjadi hujan deras jangan mencoba turun atau pulang karena bahaya banjir seperti yang disebut di atas. Bertahan di daerah perkemahan yang tingginya sekitar 2 – 3 m di atas permukaan sungai adalah cara paling tepat dan aman.

COBAN MANTEN BATU





Coban Manten atau dikenal juga sebagai Coban Kembar berada di ketinggian 1300 m dpl yang bisa ditempuh melalui bumi perkemahan, dengan jarak sekitar 4 km dari Coban Rondo.  Dinamakan Coban Manten karena ada dua air terjun yang berdiri sejajar layaknya pasangan pengantin di pelaminan. Tinggi airnya mencapai 85 meter, namun obyek ini biasanya hanya dikunjungi para pendaki gunung karena jalannya yang sulit, menanjak dan melewati semak belukar.

Air terjun ini merupakan rangkaian air terjun (yang paling atas) dari Coban Tengahdan Coban Rondo, air terjun ini merupakan air terjun tertinggi dari ke 2 air terjun tersebut. Dalam perjalanan menuju tempat ini, memerlukan waktu sekitar 2 jam. Air terjun ini sangat direkomendasikan kepada pecinta alam maupun para penikmat alam. 

COBAN RONDO BATU


Coban Rondo  memiliki ketinggian sekitar 84 m dan berada di ketinggian 1.135 meter dari permukaan laut.  Airnya berasal dari sumber di Cemoro Dudo, lereng Gunung Kawi dengan debit 150 liter per detik pada musim hujan dan 90 liter per detik di musim kemarau.  Curah hujan rata-rata 1.721 mm/th, dengan bulan basah pada bulan Nopember sampai bulan Maret dan bulan kering pada bulan April sampai dengan Oktober dengan suhu rata-rata +/- 22°C.Air terjun ini berada dalam wilayah KPH Perum Perhutani MalanBagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Pujon dan Resort Polisi Hutan Pujon Selatan Petak 89G.Sebelum menjadi Coban Rondo, sebetulnya di atasnya ada air terjun kembar yang disebut Coban Manten. Mengalir ke bawah, air terjun itu menyatu menjadi Coban Dudo. Uniknya, Coban Dudo tersebut mengalir ke bawah menjadi Coban Rondo.Sumber air dari tiga air terjun tersebut berada di Kepundan, satu dataran yang tanpa pohon satu pun berada di atas Coban Manten. Mereka yang ingin melihatnya, selain harus berhati-hati juga perlu ekstratenaga. Sebab, selain jalan licin, juga cukup jauh antara 3-4 km.

Legenda

Air Terjun Coban Rondo menyimpan legenda unik, bermula dari sepasang pengantin yang baru saja melangsungkan pernikahan. Mempelai wanita bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi, sedangkan mempelai pria bernama Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjasmoro. Setelah usia pernikahan mereka menginjak usia 36 hari atau disebut dengan Selapan (bahasa jawa). Dewi Anjarwati mengajak suaminya berkunjung ke Gunung Anjasmoro, yang merupakan asal dari suami. Namun orang tua Anjarwati melarang kedua mempelai pergi karena usia pernikahan mereka baru berusia 36 hari atau disebut selapan. Namun kedua mempelai tersebut bersikeras pergi dengan resiko apapun yang terjadi di perjalananKetika di tengah perjalanan keduanya dikejutkan dengan hadirnya Joko Lelono, yang tidak jelas asal-usulnya. Nampaknya Joko Lelono terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati, dan berusaha merebutnya. Akibatnya perkelahian antara Joko Lelono dengan Raden Baron Kusumo tidak terhindarkan. Kepada para pembantunya atau disebut juga puno kawan yang menyertai kedua mempelai tersebut, Raden Baron Kusumo berpesan agar Dewi Anjarwati disembunyikan di suatu tempat yang terdapat di Coban atau air terjun. Perkelahian antara Raden Baron Kusumo dengan Joko Lelono berlangsung seru dan mereka berdua gugur. Akibatnya Dewi Anjarwati menjadi seorang janda yang dalam bahasa jawa disebut Rondo.  Sejak saat itulah Coban atau air terjun tempat bersembunyi Dewi Anjarwati dikenal dengan Coban Rondo.  Konon di bawah air terjun terdapat gua tempat tinggal tempat persembunyian Dewi Anjarwati dan batu besar di bawah air terjun merupakan tempat duduk sang putri yang merenungi nasibnya.

PANTAI PRIGI TRENGGALEK JAWA TIMUR



Pantai Prigi Trenggaek, Jawa Timur tepatnya terletak di desa Tasikmadu, kecamatan Watulimo, atau sekitar 48 Km arah selatan Kota Trenggalek. Selain menjadi obyek wisata yang sering dikunjungi, pantai Prigi juga merupakan pelabuhan nasional, dimana tempat penangkapan ikan terbesar di pantai selatan pulau Jawa.
Lokasinya berjarak sekitar 48 kilometer di selatan dari jantung kota Trenggalek. Sekitar 4 kilometer di sepanjang pantai ini terlihat nyiur melambai. Di seberang teluk, terdapat sebuah bukit yang menghalang laju ombak.
Pantai berpasir putih kecoklatan ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan terutama pada hari libur atau akhir pekan. Terdapat beberapa fasilitas di pantai ini seperti penginapan, rumah makan, warung, cafe, bumi perkemahan, sarana olahraga, playground.
Selain berenang dan bermain air dan pasir di pantai, pengunjung bisa mengarungi ombak pantai dengan menggunakan perahu yang bisa disewa dengan harga sekitar 100 ribu ruiah per perahu, atau kalau dihitung per kepala 10 ribu/orang.
Rata-rata pantai yang terletak di selatan pulau Jawa memiliki ombak yang cukup tinggi, namun tidak demikian dengan pantai Prigi ini, ombak yang datang dari laut dihadang oleh beberapa pegunungan yang berada di kanan kiri pantai sehingga ombaknya relatif kecil.
Jalan yang dilalui sebagian besar sudah beraspal hatmix dengan kondisi baik dan sebagian sedang. Pencapaian dari kota Trenggalek dan Tulungagung melalui kecamatan Durenan Trenggalek dari Bandung Tulungagung dengan jarak ±30 km. Jarak dari Bandung ke goa Lowo ± 8k
. Setelah sampai pada km 8 masuk goa Lowo, dari badan jalan menuju lokasi masuk sekitar 200 meter. Jenis transportasi (sepeda motor, mobil dan bus dapat mencapai lokasi, MPU jenis colt/ bison tersedia mulai dari simpang tiga Durenan dari terminal kota Trenggalek menggunakan mini bus kecil jurusan Trenggalek -Durenan – Bandung – Watulimo turun di desa Watuagung dengan waktu pelayanan transportasi dari pukul 06.00 s.d 17.00 WIB
Pantai Prigi merupakan tempat pelelangan dan pengolahan terbesar di pantai selatan Pulau Jawa, sehingga aktivitas ekonomi di daerah ini pun meningkat.
Di sekitar pantai banyak terdapat warung kecil. Walaupun keadaannya masih semrawut, Anda yang menyukai makanan khas Jawa bisa mencicipinya di sini. Beberapa warung bahkan menawarkan cenderamata berupa hasil karya dari kerang.
Di daerah sekitar pantai terdapat berbagai warung ikan laut bakar yang cukup menggugah selera. Jenis ikan lautnya cukup lengkap daripada di daerah pegunungan yang tidak dekat dengan laut.
Di situ kita dapat menyantap menu ikan bakar yang fresh dengan es kelapa muda hijau segar. Ikan bakar tersebut sungguh segar karena baru ditangkap dari laut hari itu juga, kemudian disajikan hari itu juga. Selain itu juga terdapat souvenir-souvenir berupa kaos dan batik tulis khas trenggalek.
Pantai Prigi turut menyediakan penyewaan kapal yang akan membawa Anda berkeliling di sekitar pantai menikmati pemandangan pantai dan tebing dari laut. Pengunjung yang datang ke pantai ini bisa menikmati waktu dengan memancing, berkemah, tenis atau hanya tinggal di beberapa hotel dekat pantai dan menikmati suasana yang elok.
Pantai Prigi akan menjadi lebih ramai di bulan Selo, kalender Jawa, karena para nelayan di pantai ini akan menggelar upacara tradisional Larung Sembonyo, yang merupakan upacara tahunan sebagai bentuk ucap syukur kepada Tuhan akan hasil laut yang melimpah.
Selain sebagai upacara ucap syukur, penduduk lokal juga percaya bahwa ritual Larung Sembonyo diadakan sebagai bentuk peringatan pernikahan dalam sejarah Raden Tumenggung Yudha Negara, yaitu seorang kepala prajurit Kerajaan Mataram yang berhasil membuka wilayah Prigi dengan jaminan bersedia menikahi Putri Gambar Inten.
Kondisi pantai prigi bisa dibilang seperti pantai legian bali, tingkat kebersihannya juga seperti pantai legian bali (agak kurang terjaga). Tetapi bedanya adalah pantai ini masih alami, belum ada payung-payung atau tempat bersantai yang disewakan seperti kondisi di pantai legian bali.
Laut di pantai ini termasuk laut selatan dengan kondisi ombak yang cukup besar dan tinggi sehingga olahraga air seperti sewalking, berenang kurang memungkinkan dilakukan di pantai ini. Tetapi jika anda sudah ahli surfing anda dapat mencoba melakukannya di laut pantai prigi ini.
Biasanya di laut pantai prigi ini banyak terdapat kapal-kapal nelayan yang digunakan untuk menangkap hasil laut seperti udang dan ikan-ikan laut.
Daerah ini dulunya merupakan daerah terpencil, bahkan belum terdapat sinyal handphone. Tetapi sejak Ibu Megawati Soekarno Putri berkunjung ke pantai ini pada tahun 2000, masuklah sinyal handphone pertama kali yaitu telkomsel. Bupati Trenggalek sekarang yaitu bapak Mulyadi saat ini sedang menggalakkan peternakan ikan laut yang bertujuan agar sumberdaya laut tetap melimpah.
Rasanya lelah pada saat perjalanan menuju pantai prigi ini terbayar sudah ketika menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan yang berada di pantai ini. Oh ya, di pinggir pantai juga terdapat pohon yang berbentuk cukup unik. Dahan pohon ini bisa di buat untuk tiduran atau berteduh di pinggir pantai sambil menikmati keindahan pantai. Saya beserta keluarga pernah ikut tidur di dahan pohon ini.
Selama perjalanan menuju pantai, sebelumnya kita dapat mampir dulu ke Gua Lowo. Gua ini terletak di daerah jalan yang menuju pantai tapi sebelum pantai prigi. Gua ini sangat besar dan menakjubkan. Penuh dengan stalaktit dan stalagmit. Tiket masuknyapun cukup murah yaitu 5000 rupiah saja. Pada saat menuju ke pintu gua kita akan disuguhi dengan berbagai patung manusia kelelawar ( dewi kelelawar).
Jalan menuju pintu gua juga cukup unik yaitu terdapat jembatan dan cukup terjal. Di dalam gua juga terdapat aliran sungai. Perjalanan di dalam gua seperti berjalan di tempat misteri tapi karena di sini sudah dipenuhi lampu jadi tempatnya cukup asyik. di akhir perjalanan terdapat tempat seperti aula dengan meja dan di langit-langit terdapat kelelawar.

SELOREJO WATERFALL



Ada lagi di Ngebel kabupaten Ponorogo, pada posting sebelumnya ada danau ngebel. Ini ada lagi what is it???? jawabannya adalah air terjun SELO REJO. Keindahan air terjun yang satu ini memang tak kalah sama air terjun Niagara, yang di America tuuu^^
Seperti danau ngebel, pemandangan menuju dan sekitar air terjun selo rejo ini sangan indah, karena disetiap jalan dan sekitar air terjun dikelilinei pepohonan yang rindang. Saya yakin Anda pengen kesana. Tidaklah sulit menuju kesana, karena jalannya sudah diaspal kok^^.
Mungkin anda bertanya-tanya, dari danau ngebel kemana sih arahnya???? ok, nie jawabannya pertanyaan itu. Dari kantor kecamatan Ngebel kita ambil arah ketimur kira-kira 200m lah. trus ada petunjuknya mulai dari situ^^, ikuti jalannya tu kira-kira 12km dari danau. Saran: malu bertanya sesat dijalan, so klo bingung tanyalah pada masyarakat sekitar. Insya Alloh Anda diberi tau kok^^

INDAHNYA TELAGA NGEBEL , PONOROGO


Telaga Ngebel adalah sebuah danau alami yang terletak di Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Kecamatan Ngebel sendiri terletak di kaki gunung Wilis. Telaga Ngebel terletak sekitar 30 KM dari pusat kota Ponorogo atau yang terkenal dengan nama KotaReog. Keliling dari Telaga Ngebel sekitar 5 KM. Dengan suhu antara 20 - 26 derajat celcius, suhu dingin nan sejuk membuat pengunjung makin nyaman mengunjungi Telaga Ngebel. Selain Reog, Telaga Ngebel merupakan salah satu andalan wisata yang dimiliki Kabupaten Ponorogo. Pemasok air bagi Telaga Ngebel terdiri dari berbagai sumber. Sumber air yang cukup deras berasal dari Kanal Santen. Selain itu, juga terdapat sungai yang mengalirinya, dimana dibagian hulu sungai terdapa air terjun yang diberi nama Air Terjun Toyomarto.

Telaga Ngebel dihubungkan dengan kisah seekor ular naga bernama “Baru Klinting“. Ular tersebut merupakan jelmaan dari Patih Kerajaan Bantaran Angin. Kala itu Sang patih sedang bermeditasi dengan wujud ular, dan secara tak sengaja ada seorang warga yang membawa ular jelmaan tersebut ke desa.[1]
Sesampainya di desa, ular jelmaan tersebut hendak dijadikan makanan karena ukuran tubuhnya yang besar. Sebelum dipotong ular tersebut secara ajaib menjelma menjadi anak kecil, yang kemudian mendatangi masyarakat dan memutuskan membuat sayembara.[1]
Sang bocah kemudian menancapkan lidi di tanah[1], versi yang lainnya menyebutkan bahwa yang ditancapkan adalah centong nasi.[2]. Namun tidak ada yang berhasil mencabutnya. Bocah ajaib itulah yang berhasil mencabutnya. Dari lubang bekas ditancapkannya lidi atau centong tersebut keluarlah air yang kemudian menjadi mata air yang menggenang hingga membentuk sebuah Telaga. Oleh penduduk desa sekitarnya, telaga tersebut diberi nama telaga Ngebel, artinya telaga yang mengeluarkan bau menyengat.[2]
Legenda Telaga Ngebel ini konon terkait erat dan memiliki peran penting dalam sejarah Kabupaten Ponorogo. Konon salah seorang pendiri Kabupaten ini yakni Batoro Kantong. Sebelum melakukan syiar Islam di Kabupaten Ponorogo, Batoro menyucikan diri terlebih dahulu di mata air, yang ada di dekat Telaga Ngebel yang kini dikenal sebagai Kucur Batoro.[1]

Jumat, 07 November 2014

INILAH MAKAM PRESIDEN PERTAMA KITA

Makam Soekarno adalah kompleks pemakaman dari presiden pertama RI Indonesia yang sekaligus proklamator kemerdekaan Indonesia, Soekarno. Makam ini merupakan makam dengan gaya arsitektur Jawa, dimana terdapat Joglo yang menjadi ciri khas utamanya.
Makam Soekarno terletak di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanawetan Kota Blitar. Komplek makam ini berdiri seluas 1,8 sejak Ir Soekarno wafat dan dimakamkan di sana. Pada tanggal 21 Juni 1970, kompleks makam ini untuk pertama kalinya dipugar. Dengan pemugaran itu pencitraan Makam Bung Karno sebagai ikon Kota Blitar semakin dikukuhkan. Ikon itulah yang mampu menyedot pengunjung berziarah di sana.
Sejak 2004, pengembangan kembali dilakukan dengan menambahkan bangunan baru yang menjadi satu kompleks dengan makam Bung Karno tersebut, yaitu Perpustakaan dan Museum Bung Karno. Tim arsiteknya diketuai oleh Pribadi Widodo dan Baskoro Tedjo dari Institut Teknologi Bandung.
Pintu masuk Makam ini dimulai dari jalanan yang menghubungkan perpustakaan yang berada di sisi selatan komplek makam hingga sampai pada gapura Agung yang menghadap ke selatan. Bangunan utama disebut dengan Cungkup Makam Bung Karno. Cungkup ini berbentuk bangunan Joglo, dan diberi nama Astono Mulyo. Diatas Makam diletakkan sebuah batu pualam hitam bertuliskan : "Disini dimakamkan Bung Karno Proklamator Kemerdekaan Dan Presiden Pertama Republik Indonesia. Penyambung Lidah Rakyat Indonesia."

PANTAI JOLOSUTRO , BLITAR

Pantai Jolosutro berada di desa Ringenrejo, kecamatan Wates, berjarak sekitar 45 km dari kota Blitar. Pantai Jolosutro merupakan pantai bagian dari kawasan Laut pantai Selatan yang dominan memiliki ombak laut selatan yang besar dan sangat indah.
Pantai Jolosutro terletak di sebuah teluk kecil yang diapit perbukitan dengan garis pantainya yang panjang berpasir hitam. Sementara itu, bagian tengah pantai menyimpan butiran pasir hitam yang serupa. Pantai Jolosutro sangat cocok untuk rekreasi keluarga, karena terdapat pemandangan alam yang sangat indah dan pasir yang sangat halus di sepanjang pantai. Air yang kebiruan dan angin laut yang menyapa para wisatawan juga menjadi bagian yang unik dari pantai ini.
Laut Selatan Blitar adalah salah satu kabupaten yang berada di area Laut Selatan, karena itu Blitar mempunyai beberapa pantai yang indah yang merupakan bagian dari Laut Selatan. Pantai-pantai yang indah tersebut antara lain; pantai Tambakrejo di kecamatan Wonotirto, pantai Serang di kecamatan Panggungrejo, Pantai Jolosutro di kecamatan Wates, Pantai Gayasan di kecamatan Bakung.
Panorama laut selatan sangat indah dan dan menarik para wisatawan baik itu wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Laut ini mempunyai ombak yang fantastik, matahari yang terbenam, dan matahari tenggelam yang indah. Banyak petualang laut yang mengagumi laut ini.

PANTAI POPOH DI TULUNGAGUNG

Pantai Popoh, adalah salah satu obyek wisata pantai yang terletak di Tulungagung, tepatnya di pesisir Samudra Hindia, 30 Km sebelah selatan kota Tulungagung.
Pantai yang langsung berhadapan langsung dengan laut Bebas Samudera Hindia ini memang banyak menawarkan keeksotikan keindahan panorama pantai, baik wisata bahari maupun keindahan deburan ombaknya.
Pantai Popoh merupakan salah satu obyek wisata andalan daerah Tulungagung, berbagai acara selalu diadakan di kawasan wisata ini baik itu musik ataupun acara-acara lain. Hampir setiap hari libur dan hari besar kawasan wisata ini selalu dipadati pengunjung, baik yang berasal dari sekitar Tulungagung maupun luar Tulungagung bahkan tidak sedikit yang berasal dari luar negeri.
Pantai Popoh berbentuk teluk dan berada di ujung timur pegunungan Kidul. Air yang cukup tenang, angin laut yang tidak begitu kuat, dan keindahan gunung disekitar teluk telah menjadi daya tarik utama pantai ini.

DREAMLAND TULUNGAGUNG

Hembusan angin laut, suara demburan ombak menambah semangat untuk segera ke Pantai Sanggar. Wow ... kata pertama pengunjung mahasiswa dari Bali. Mahasiswa tersebut kami panggil Iko dan berkata  "Pantai Dreamland Bali kalah"

 Mulai saat itu Paciwistu menyebut Pantai Sanggar adalah Pantai Dreamland Tulungagung. Air laut yang jernih, hamparan pasir putih nan luas, panorama pepohonan nan hijau, angin sepoi - sepoi kalau Paciwistu sebut Pantai masih Perawan. Hemm indah ... langsung cebur mandi, main pasir, ada yang main futsal, ada yang terduduk menikmati Pantai, ada menyiapkan makanan. (berita berdasarkan kegiatan Paciwistu, tanggal 11 November 2012)
Menuju Pantai Sanggar dari Tulungagung, di mulai dari Terminal Gayatri perjalanan naik sepeda motor kurang 1,5 jam berjarak kurang lebih 46 km. Sepeda motor dari Terminal Gayatri menuju perempatan tamanan, belok kanan, menuju Boyolangu dilanjut terus sampai Campurdarat, sampai SMU Campurdarat belok kiri, nanti ketemu tempat wisata juga yang bernama Telaga Mburet (sumber air yang indah) terus menuju Tanggunggunung, terus ke arah desa Jenglungharjo, dan finish dusun Ngelo.
Dari Dusun Ngelo bisa naik sepeda motor, tapi hati - hati jalan masih tanah, kalo takut bisa ojek ke warga setempat, dan lebih aman jalan kaki. Teman Paciwistu paling suka jalan kaki, ada sedikit nuasa adventure kurang lebih 35 menit sampai Pantai Ngalur (Keindahan Pantai Ngalur sama dengan Pantai Sanggar) terus menyusuri Pantai Ngalur menyebrang karang sedikit sampailah ke Pantai Sanggar.
Di Pantai Sanggar tidak ada yang jualan, resiko kalo pantai masih perawan. Karena itu disarankan membawa air mineral 1.500 ml minimal 2 botol, nasi bungkus 2 buah, jas hujan, snack yang banyak, buah, jangan lupa kamera untuk mengabdikan moment, dan tisu basah bagi perempuan.

SALAH STU PANTAI TERBAIK DI JAWA TIMUR , PANTAI PRIGI

Pantai ini terletak di desa Tasikmadu, kecamatan Watulimo, atau sekitar 48 Km arah selatan Kota Trenggalek. Selain menjadi obyek wisata yang sering dikunjungi, pantai Prigi juga merupakan pelabuhan nasional, dimana tempat penangkapan ikan terbesar di pantai selatan pulau Jawa
Pengunjung yang datang ke pantai ini bisa menikmati waktu dengan memancing, berkemah, tenis atau hanya tinggal di beberapa hotel dekat pantai dan menikmati suasana yang elok.
Pantai Prigi akan menjadi lebih ramai di bula Selo, kalender Jawa, karena para nelayan di pantai ini akan menggelar upacara tradisional Larung Sembonyo, yang merupakan upacara tahunan sebagai bentuk ucap syukur kepada Tuhan akan hasil laut yang melimpah.
Selain sebagai upacara ucap syukur, penduduk lokal juga percaya bahwa ritual Larung Sembonyo diadakan sebagai bentuk peringatan pernikahan dalam sejarah Raden Tumenggung Yudha Negara, yaitu seorang kepala prajurit Kerajaan Mataram yang berhasil membuka wilayah Prigi dengan jaminan bersedia menikahi Putri Gambar Inten.

Senin, 03 November 2014

SATU LAGI PANTAI YANG INDAH DI KAB.MALANG

Pantai Ngliyep berada di tepi Samudera Indonesia, tepatnya di desa Kedungsalam kecamatan Donomulyo, 62 km dari arah selatan kota Malang.

Pantai Ngliyep adalah pantai dengan keindahan alam yang masih natural dengan perpaduan tebing-tebing yang curam dan hutan lindung di sekeliling pantai. Pasir putihnya yang masih alami dan ombak yang serasa bermain di sela-sela tebing membuat pantai Ngliyep layak untuk dikunjungi.

Kondisi pantai yang masih terbilang sepi menjadikan pantai ini masih “perawan” dan nyaman untuk bermain-main disela ombak dan pasir putih.

Setiap tahun, di bulan Jawa tepatnya bulan Maulud, pantai Ngliyep akan lebih ramai dari biasanya karena digelar acara ritual bertajuk Upacara Labuhan yang di gelar tanggal 15 Maulud. Upacara Labuhan adalah bentuk upacara pengorbanan, dimana kepala hewan ternak seperti kambing atau sapi akan dikorbankan kedalam laut sebagai sesaji.

PANTAI BAJUL MATI , TAK KALAH DENGAN YANG LAINNYA



Jika Anda sedang berkunjung ke Pantai Sendang Biru atau ke Pantai Goa Cina, sempatkanlah waktu Anda untuk berkunjung ke Pantai Bajulmati yang eksotik di laut selatan Malang. Pantai Bajulmati sendiri berlokasi di Desa Bajulmati, Kelurahan Gajah Rejo, Kecamatan Gedangan, tepatnya 58 Km arah selatan dari kota Malang atau sekitar 10 menit dari Pantai Goa Cina. Apabila ingin bepergian ke Pantai BajulmatiPantai Sendang Biru dan Pantai Goa Chinaini sebaiknya lewat Turen, Sumbermanjing Wetan. Dalam perjalanan menuju pantai ini harus hati-hati, meskipun jalan terbilang mulus tapi banyak jalanan yang menikung tajam layaknya jalan-jalan di pegunungan. Kebugaran kendaraan harus diperhitungkan, sebab jalan sangat sepi dan tidak mudah untuk mencari bantuan.
Pantai Bajulmati mempunyai kelebihan yaitu dengan teluk-teluk nan indah. Selain menghadirkan pesona alam laut selatan, Pantai Bajulmati juga dikenal sebagai pantai yang unik. Seperti namanya yakni Bajulmati yang berarti Biawak Mati (Buaya Mati), di pantai ini Anda dapat melihat beberapa gugusan bukit diseberang pantai yang terlihat dari kejauhan seperti bajul mati. Pantai ini merupakan pula tempat yang baik untuk berkemah.
Jembatan Bajulmati
Namun sayangnya untuk Anda yang hobi berenang sepertinya akan sedikit kecewa karena struktur Pantai Bajulmati yang cukup dalam dan curam membuat para pengunjung dilarang untuk berenang di tengah pantai. Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir dikarenakan ada beberapa spot di bibir pantai sebelah barat yang dapat Anda gunakan untuk bermain air dengan leluasa. Karena banyaknya lokasi spot yang bagus dan indah seperti salah satunya Jembatan Bajulmati menjadikan Pantai Bajulmati juga banyak digunakan untuk tempat berfoto.
Ketika memasuki kawasan Pantai Bajulmati, pasir putih yang masih bersih akan menyambut Anda. Pantai ini masih sepi akan pengunjung, terdapat hanya ada beberapa toko yang menjual makanan kecil di sekitar pantai, karena memang pengelolaan pantai ini baru dimulai pada tahun 2011. Seperti halnya dengan pantai-pantai yang ada di Kabupaten Malang, Pantai Bajulmati ini cukup ramai pada waktu memperingati hari-hari besar, misalnya Idul Fitri, Mauludan dan lain sebagainya.