Batu Bengkung merupakan pantai yang
terletak di pesisir selatan Kabupaten Malang. Berhadapan langsung dengan
Samudera Hindia sehingga memiliki ombak besar, Pantai Batu Bengkung
relatif tidak aman untuk berenang. Beberapa papan bertuliskan “No Swim”
dan sejenisnya membuat saya semakin yakin bahwa pantai ini bukanlah
untuk berenang.
Sebenarnya pengunjung bisa berenang di
Pantai Batu Bengkung asalkan waktunya tepat. Ombak besar akan dipecah
oleh barikade karang yang membentang sepanjang pantai. Air laut yang
melewati barikade karang akan terjebak di cekungan sehingga terbentuk
kolam air asin alami. Dengan adanya barikade karang yang menghalangi
ombak, pengunjung relatif aman dari resiko terseret ombak. Sayangnya
kolam tersebut lama-kelamaan akan hilang ketika air laut surut. Jadi,
jika ingin berenang datanglah saat Pantai Batu Bengkung mengalami pasang
naik.
Kedatangan saya ke Pantai Batu Bengkung
bukanlah untuk berenang. Sebenarnya ini juga bukan pertama kalinya saya
berkunjung ke Pantai Batu Bengkung. Saat pertama berkunjung sekitar 2
bulan lalu, sempat terpikir bahwa saya harus kembali ke pantai ini.
Dengan pesisirnya yang menghadap langsung ke arah barat, imajinasi saya
membayangkan momen matahari terbenam pasti dapat diabadikan dengan baik.
Sudah beberapa pantai di Malang yang
saya kunjungi, sepertinya hanya Pantai Batu Bengkung yang menyajikan
pemandangan matahari terbenam dengan sangat indah. Mengapa demikian?
Karena pantai ini memiliki pesisir yang menghadap langsung ke arah
barat. Selain itu dengan surutnya air laut ketika momen golden hour hingga saat matahari terbenam, membuat saya dapat mengabadikan karang sebagai foreground. Sungguh indah!!
Ketika matahari terbenam, rupanya bukan
hanya grup kami yang berada di kawasan Pantai Batu Bengkung. Lebih dari
100 orang menghabiskan waktunya dengan berkemah disini. Tidak hanya
datang saat siang hingga sore hari, ada pula pengunjung yang baru datang
saat malam hari. Adanya fasilitas parkir 24 jam, toilet, dan juga
warung membuat pantai ini relatif nyaman untuk dijadikan sebagai tempat
camping.
Ketika pagi tiba, bukit yang berada di
sebelah barat daya (arah barat – selatan) Pantai Batu Bengkung
‘memanggil’ untuk kami kunjungi. Bukit ini akan lebih mudah diakses
ketika laut sedang surut. Adanya area pantai yang tertutup air laut
(entah seberapa luas & dalam saat laut sedang pasang) menciptakan
pemisah antara daratan utama dengan bukit Batu Bengkung. Beruntung kami
melewatinya saat laut sedang tidak di puncak pasang naik.
Pertama menjejakkan kaki di bukit Batu
Bengkung harus ditempuh dengan sedikit memanjat. Sama dengan kebanyakan
perjalanan menuju puncak bukit, harus kami lewati tanjakan selangkah
demi selangkah. Di awal perjalanan saya sarankan mengambil jalur sebelah
barat bukit Batu Bengkung. Pemandangan yang disajikan sungguh indah.
Karena jalur ini tidak memiliki batas vegetasi dengan air laut,
berhati-hatilah saat melewatinya.
Beralih ke tengah bukit akan ditemui
sebuah tebing dengan tinggi sekitar 8 meter. Ada beberapa titik yang
tidak memiliki pijakan kaki sehingga tali yang telah disediakan sangat
membantu untuk memanjat. Jantung sempat berdetak lebih kencang ketika
saya tidak dapat menemukan pijakan sedangkan posisi tubuh sudah berada
di tengah tebing. Mau naik susah, mau turun ogah. Hehehe. Syukurlah
dengan keyakinan yang kuat bisa membuat saya berhasil mencapai puncak
tebing. Asalkan berani melawan ketakutan, saya rasa tidak ada masalah
untuk menaiki tebing ini. Semangat!!
Saya sarankan untuk menggunakan alas
kaki anti selip ketika mendaki tebing di Bukit Batu Bengkung. Jika tidak
yakin, lepas alas kaki dan bawalah kemanapun Anda pergi. Pengalaman
teman saya yang melepas sandal dan meninggalkannya di dasar tebing harus
berakhir dengan kehilangan sandalnya.
Jika takut kehilangan alas kaki apalagi
takut mendaki tebing, ada jalur lain yang lebih aman. Arahkan jalan Anda
menuju ke sebelah kiri tebing ini. Jalur yang dilewati lebih landai
dengan dikelilingi oleh tumbuhan di sebelah kiri dan kanan jalan.
Sayangnya tidak ada pemandangan seperti foto di bawah jika Anda melewati
jalur aman. Pemandangan ini adalah yang kita dapatkan setelah selesai
mendaki tebing. Cakep kan (pemandangannya)?
Tertarik berkunjung ke Batu Bengkung? Berikut adalah informasi tambahan terkait Pantai Batu Bengkung.- Untuk menuju Pantai Batu Bengkung, gunakan petunjuk jalan menuju Pantai Sendang Biru. Kemudian arahkan kendaraan melewati Pantai Goa Cina dan Pantai Bajulmati. Pantai Batu Bengkung berada sekitar 2 kilometer dari Pantai Bajulmati.
- Tiket masuk dibebankan Rp 5.000 untuk setiap pengunjung. Tidak ada biaya tambahan ketika camping.
- Tiket parkir sepeda motor Rp 5.000 / motor. Jika menginap dibebankan Rp 10.000 / motor.
- Pantai Batu Bengkung memiliki toilet air tawar, warung, dan juga parkir kendaraan 24 jam.
- Pantai Batu Bengkung memiliki beberapa saung / gubuk yang dapat digunakan untuk tempat berteduh sementara.



Melayani dan menawarkan kerjasama CCTV bisa dipantau dg hp.
BalasHapusAC pendingin ruangan.
bel panggil perawat atau pegawai.
ALARM maling alarm kebakaran gedung.
PABX telephone lokal.
Panel listrik dan instalasi.
design alat sesuai kebutuhan.
bel jam otomatis.
Speaker gedung.
www.jasaturen.blogspot.com
082231562589